Sejarah

Sejarah Pena Bangsa

Prokadisu atau yang dikenal sebagai Program Kakak Adik Asuh muncul sebagai suatu bagian dari seluruh rangkaian kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa khususnya untuk Departemen Sosial sebagai wujud dari kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak bangsa di daerah Bandung yang kurang beruntung dalam menganyam pendidikan.

PROKADISU PADA TAHUN I

Kegiatan Prokadisu ini muncul pada tahun 2004-2005. Sebagai tahun pertama Prokadisu mengepakjan sayapnya dibawah kontrol Departemen Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa dengan Novi sebagai Menteri Sosial dan Ana Mariana sebagai Presiden pertama Prokadisu.

Ketika itu, 80 orang mahasiswa fakultas Ekonomi Unpad menjadi kakak asuh dengan 25 adik asuh yang didapat dari 5 sekolah dasar (SDN Tilil 1-4) dan SDN Neglasari.

Proses pencarian adik asuh dilakukan dengan mendata adik-adik yang kurang mampu dari sekolah-sekolah yang dikunjungi.
Bantuan yang diberikan berupa biaya sekolah, karena ketika itu belum ada dana BOS Dan pemberian perlengkapan sekolah seperti tas sekolah, buku, dan juga peralatan tulis.

Bukan hanya itu, Prokadisu di tahun pertama ini sangat mengutamakan kerjasama dan hubungan yang baik dengan pihak sekolah, guru, dan orang tua.

PROKADISU PADA TAHUN II

Prokadisu di tahun kedua masih berada dibawah kendali dari Departemen Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai rangkaian kegiatan sosial yang mengharumkan Fakultas Ekonomi karena pesatnya kegiatan Prokadisu ini di Masyarakat.

Dibawah kontrol Uut sebagai menteri Departemen Sosial BEM FE Unpad dan Anggi Andrian sebagai Presiden kedua Prokadisu telah membuktikan bahwa mahasiswa masih peduli dan dapat berbuat untuk kepentingan anak-anak negeri.

Kurang lebih 213 mahasiswa menjadi kakak asuh dengan 110 adik asuh yang berasal dari berbagai sekolah di sekitar Unpad, yaitu SDN Sekeloa 1 dan 2, SDN Haur Pancuh 1-4, SDN Tikukur 1-5, SDN Coblong 1-6, SDN Tilil 1-4, dan SDN Neglasari.

Bantuan yang diberikan berupa penyedian peralatan tulis. Pemberian biaya sekolah tidak lagi diberikan karena sudah ada dana BOS dari pemerintah.

Kegiatan yang berupa pemberian pelajaran tambahan di kampus yang diberikan setiap 2 minggu sekali di kampus sebagai usaha menunjang tambahan belajar mereka. Selain itu, kegiatan-kegiatan menyenangkan juga diberikan, seperti nonton bareng, dan lain-lain. Untuk menunjang keberhasilan adik-adik kelas 6 yang akan masuk SMP, Prokadisu mengadakan belajar tambahan setiap 2 minggu sekali.

 

PROKADISU PADA TAHUN III

Kepakkan sayap Prokadisu semakin membawa Prokadisu terbang tinggi, setinggi mimpi adik-adik asuh untuk tetap bersekolah.
Dibawah naungan Departemen Sosial BEM FE Unpad, Prokadisu di tahun ketiga ini mulai meneruskan apa yang telah dilakukan oleh leluhur-leluhur Prokadisu.

Dengan Felly sebagai Menteri Sosial BEM FE Unpad 2006-2007 dan Sinta sebagai Presiden ketiga Prokadisu membawa atmosfir kepekaan sosial yang tinggi diantara civitas Fakultas Ekonomi Unpad.

Hampir 200 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Unpad menjadi Kakak Asuh dengan 50 adik asuh dari SDN-SDN yang sama seperti tahun sebelumnya, ditambah 1 orang adik SMP.

Pengurangan adik asuh sengaja dilakukan agar terdapat pencapaian yang maksimal pada apa yang diberikan kepada adik asuh.
Dukungan dari berbagai pihak seperti mahasiswa, para dosen, baik dari dosen FE ataupun diluar FE, alumni, Dekan, dan pihak-pihak lain dari organisasi-organisasi sosial serta media-media massa semakin melapangkan ruang gerak Prokadisu. Bantuan yang diberikan adalah berupa dana bagi mereka yang terbebani biaya diluar sekolah seperti biaya ujian untuk kelas VI, biaya ekstrakurikuler ataupun biaya komputer dan biaya-biaya bagi mereka yang tidak tersentuh dana BOS. Bantuan perlengkapan sekolah pun diberikan agar memudahkan adik-adik asuh dalam proses belajar.

Selain itu, Prokadisu memberikan bantuan pengajaran dan pelatihan baik akademik yang terkait dengan materi-materi di sekolah ataupun non akademik yang terkait dengan pengembangan kreativitas.

Pemberian pengajaran bahasa Inggris dan pengembangan kreatifitas seperti pengadaan belajar menggambar, mengarang, dan lomba-lomba menggambar dan mewarnai diberikan untuk menambah kreatifitas adik asuh. Acara-acara seru seperti nonton bareng, jalan-jalan dan games pun diadakam. Selain itu, Prokadisu juga memberikan ruang spiritual seperti motivasi agar mereka tetap semangat dalam menjalani setiap ruang kehidupan mereka.

Kami pun mencoba memberikan bantuan lain dengan mencoba bekerja sama dengan beberapa pihak seperti khitanan massal.
Prokadisu di tahun ini memberikan bantuan lain dengan mencoba bekerja sama dengan beberapa pihak seperti khitanan massal.
Prokadisu di tahun ini memberanikan diri untuk mengetuk hati mahasiswa menjadi inspirator untuk lembaga kemahasiswaan lainnya dengan menjadi bagian tim pioneer dari YNCD (Youth Network Community Development) bersama sampoerna Foundation Bandung, Satoe Indonesia SBM ITB, dan lembaga masyarakat Ashoka. Kami pun mencoba menginspirasi kaum intelek Indonesia melalui PIMNAS XX di Lampung sebagai penyaji di tingkat nasional bagian PKMM bersama Anggi, Robi, Sholeh, Bowo, dan Sinta.

PROKADISU PADA TAHUN IV

Prokadisu diusianya yang keempat semakin memperlihatkan kesungguhannya. Dibawah kepemimpinan dari Gissa Rismala, Akuntansi 2006, dengang Departemen Sosial BEM FE Unpad sebagai pengawas sekaligus pembimbing yang dipegang oleh Hardian Prabowo sebagai Menteri Sosial BEM FE Unpad.

Di tahun ini, perapihan lebih terlihat dari mulai struktur hingga bagaimana mengelola kakak asuh. Kegiatan-kegiatan yang terlaksana juga lebih banyak dan kreatif. Adik adik asuh, dengan jumlah yang sama di tahun sebelumnya lebih dapat merasakan beberapa program pengembangan.

Kepakkan sayap Prokadisu di tahun ini juga lebih luar terlihat dari banyaknya lembaga-lembaga lain yang turut serta dalam kegiatan di Prokadisu tahun ini. Perapihan secara administrasi juga terlihat sebagai suatu langkah serius sebagai BSO.

Go to BSO!!!
PENA BANGSA (Peduli Anak Bangsa)

PENA BANGSA TAHUN I

Karena baru terbentuk, pemilihan presiden dilakukan dengan cara open recruitmen dan penyeleksian, hingga terpilihlah Ajeng Weningsari, Akuntansi 2007, sebagai preside Pena Bangsa pada saat itu dan Panji Satrio, Akuntansi 2007, sebagai Wakil Presidennya.

PENA BANGSA TAHUN II

Pada tahun kedua, dimana Pena Bangsa telah mulai berjalan sedikit demi sedikit, dilakukan musyawarah besar pada akhir periode kepengurusan, dan presiden pun dipilih pada mubes tersebut. Dan terpilihlah Rahmandya Fadaya, Manajemen 2007, sebagai Preside Pena Bangsa tahun ke-II dan Desi Puspitasari, Manatemen 2007, sebagai Wakil Presidennya.

PENA BANGSA TAHUN III

Setelah melalui musyawarah besar di akir periode kepengurusan tahun ke-II, terpilihlah Presiden dan Wakil Preside Pena Bangsa tahun ke III, yaitu Muthia Alfiani dan Niella Novia Arland. Keduanya berasal dari jurusan Akuntansi 2008.

PENA BANGSA TAHUN IV

Presiden : Ardhini Orienta Agusti, Manajemen 2009
Wakil Presiden : Inu Kirana Jati, Akuntansi 2009

 

PENA BANGSA TAHUN V

Presiden : Deis Y Lestari

Wakil Presiden : Maliya Sulastri

PENA BANGSA TAHUN VI

Presiden : Muhamad Fahrurozi

Wakil Presiden : Eko Wahyu Kuncoro

 

PENA BANGSA TAHUN VII

President : Vicky Aditya Radianto

Vice President : Eti Gustriani

 

PENA BANGSA TAHUN VIII

President : AM Nurbaeti

Vice President : Nur Rohmah Omastiani

 

PENA BANGSA TAHUN IX

President: Sena Farid Sudarsono

Vice President: Kevin Andrian S

 

PENA BANGSA TAHUN X

Chief Executive Officer        : Virca Rizky Firdaus

Co-Chief Executive Officer : Nathaniel Bramasto Panduyekti