(Artikel) Fenomena Eksistensi Anak di Media Sosial

Hayo siapa yang gemes liat bayi-bayi nan lucu di instagram, atau biasa disebut selebgram cilik. Seneng ya liat kelucuan tingkah mereka, baik berupa foto maupun video, entah itu bangun tidur, berangkat sekolah, main, sampe mereka tidur lagi. Bahkan bayi baru lahir juga udah punya instagram ya?

Sebenernya baik ga sih anak balita eksis di dunia maya?

Pada era digital ini, media sosial seperti instagram, path,whatsapp, line dan sebagainya sudah menjadi sarana untuk eksistensi diri, begitu pun dengan adik-adik lucu yang tingkahnya terekam kamera dan terposting di media sosial. Tentu saja dengan dikenal banyak orang dengan respon positif, orang tua akan bangga dengan anaknya yang disukai orang lain, karena dapat memberikan semangat bagi yang melihatnya, menjadi moodboster bahkan sebagai panutan dalam motherhood.

Dengan banyaknya jumlah follower, para selebgram cilik ini kerap mendapat tawaran endorse, yang tentunya merupakan rezeki tersendiri. “Ya bisa dibilang Moon punya penghasilan sendiri dan (nominalnya) lumayan bangetlah. Malah bisa dibilang dengan gaji (karyawan) yang kerja di kantor, bisa samalah hehehe.” Kata Merry, ibu dari selebgram cilik @babymoonella

Bukan hanya eksis di media sosial,para selebgram cilik juga sering di undang untuk mengisi acara talkshow di tv dan berbagai kota, bahkan mendapat penghargaan. Pastinya kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkann kepercayaan diri sang anak karena sudah terbiasa tampil di depan banyak orang, pujian-pujian juga dapat menciptakan kepribadian positif pada anak.

Wah, positif semua nih kalo jadi selebgram cilik. Eits, pasti ada juga dong resikonya

Dengan eksisnya anak di media sosial, terkadang privasi anak kurang terjaga. Hal tersebut dapat disalah gunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang bisa membahayakan si anak. Seperti kasus beberapa tahun lalu, foto dari putri Ruben Onsu dipost dalam akun jual bayi. Hal ini sangat perlu diwaspadai.

Selain itu, pernah pernah juga terjadi pada selebgram cilik Kirana yang sempat berubah dingin jika berjumpa dengan penggemarnya dikarenakan saking banyaknya yang ingin bertemu setiap harinya. Menurut ahli psikologi anak, Evangeline I. Suaidy, M.Si, Psi, “Perkembangan anak itu sesuai dengan kebutuhan usianya. Kirana yang berusia 3 tahun sedang mengenal dan tertarik dengan dunia luar. Tapi kebutuhannya masih dalam lingkungan sosial yang kecil.”

Banyaknya aktivitas yang dilakukan seperti foto endorse, menghadiri talkshow dan acara tv, juga kerap dianggap seakan “mempekerjakan anak”. Jangan sampai kegiatan tersebut membuat sang anak terlalu lelah dan melebihi porsi main layaknya anak pada umumnya.

banyak hal yang perlu diperhatikan orang tua untuk memahami bagaimana perkembangan anak, sebaiknya anak disesuaikan dalam setiap aktifitasnya, jangan sampai masa kecil mereka terganggu oleh lingkungan luar yang tidak baik. Tentu juga, setiap orang tua memiliki cara tersendiri ya dalam mendidik anaknya
Jadi,menurut kaka-kaka gimana nih?

Speak Your Mind

*